Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Takdir atau Sekedar Hadir 2 by kiraaa

SongGPT
Takdir atau Sekedar Hadir 2 by kiraaa - pop,female vocals music cover art

Takdir atau Sekedar Hadir 2

pop,female vocals

0:003:51
Lyrics
Description
Opening Narrative (spoken, pelan):
“Akankah ini takdir atau hanya sekedar hadir?
Aku tak pernah menyangka, dari pertemuan sederhana,
hati bisa tersentuh dengan sempurna.
Seolah semesta sengaja mempertemukan kita,
meski nantinya tidak dapat menyatukan kita.
Jika saat ini kamu ujianku,
maka aku harap… kamu juga jawabanku.”
---
(Verse 1)
Kau datang tanpa tanda, singgah begitu saja
seperti mimpi singkat yang nyata
aku tersenyum, tapi dalam diam ku tahu
rasa ini mungkin hanya untukku
(Pre-Chorus)
Detak jantungku masih mengingatmu
meski ku coba sembunyi di waktu
ingin ku percaya kau untukku
namun ku sadar tak semua mimpi bersatu
(Chorus)
Kau bagai cahaya yang singgah sebentar
hangat namun tak bisa ku genggam erat
biarlah kenangan ini ku simpan perlahan
meski hatiku belajar… untuk melupakan
---
(Verse 2)
Jika memang takdir tak berpihak kita
aku rela, meski tak mudah rasanya
biar ku simpan senyum pertama itu
sebagai kisah yang indah meski tak bersatu
(Pre-Chorus)
Waktu berjalan, aku tetap merindu
meski ku tahu tak ada aku di sisimu
ingin ku hapus tapi tak bisa hilang
namamu terukir terlalu dalam
(Chorus)
Kau bagai cahaya yang singgah sebentar
hangat namun tak bisa ku genggam erat
biarlah kenangan ini ku simpan perlahan
meski hatiku belajar… untuk melupakan
---
(Bridge) (musik naik pelan lalu meledak)
Tak semua rasa harus dimiliki
kadang cinta hadir hanya untuk menguji
namun di hatiku, tetap ku syukuri
pernah ada kamu di sini
---
(Chorus – Reprise / terakhir, lebih emosional)
Kau bagai cahaya yang singgah sebentar
namun bekasmu tak pernah benar-benar pudar
meski ku coba untuk melupakan
cintaku tetap tinggal… dalam diam
---
Narration Closing (spoken, pelan, instrumen fade out):
“Jika ini memang takdir, ku akan terima…
jika hanya hadir, ku tetap bahagia.
Mungkin semesta mempertemukan kita
bukan untuk bersama…
tapi untuk saling mengajarkan rasa.
Dan meski waktu perlahan menghapus segalanya,
hatiku tahu… aku takkan benar-benar lupa.”