Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Sumatera Menangis - Rap Minang-Medan-Aceh by Bejana

SongGPT
Sumatera Menangis - Rap Minang-Medan-Aceh by Bejana - Rap Minang, Medan, Aceh (Mixed English) music cover art

Sumatera Menangis - Rap Minang-Medan-Aceh

Rap Minang, Medan, Aceh (Mixed English)

0:003:29
Lyrics
Description
Anak kecil nangis dan berteriak, Reverb heavy, Gajah menangis, echo in the distance, Low frequency surround loop, Dengarkan tanah ini berbicara.
Tanah longsor, tebing runtuh malamlah, Air naik, desa hilang, lorong-lorong jadi sungai darah, Rumah hanyut, atap melayang, warga terpental,
Ada yang tak kembali, banyak yang mati, Anak ibu, bapak puluhan nyawa, Terkubur sendiri, bulldozer malam, Teralas kayu jejak mesin di hutan basah, mang!
Oknum jual tanah, aparat tutup mata, Kata mereka biar lancar, mang!
Di medan kita bilang, Aloka rumah kini tak ada rumah lagi, Hujan rintik jadi saksi, Suara didi tanah, suara ibu menangis.
Sumatha menangis, tanah runtuh nyawa hilang, Hear the elephant cry, we rise, we demand,
Banjir longsor, hutan pergi, anak ibu, bapak hilang, Kita bangun, kita lawan, save the land, save our hands.
Dia temen nyo nangis, sungai meluap, rumah tenggelam menyok, Kids float with toys, mother shout, father's hole, nothing but sorrow,
Illegal loggers slide at night, bulldozer tries so they clear the line, Habitat broken, gajah tersesat, fox and hornbill silent in the pines,
Many died, banyak yang mati, Puluhan nyawa jadi statistik kasar, we chant, who will answer?
Ghost say sorry, tapi nyawa tak kembali brother, Silent forest, kill for profit, mani lapang, tanah lapang,
We demand justice, stop the steal, stop the steal, jangan tinggal diam.
Rumah hanyut, Allah hilang, anak nangis, ayo tangis, hutan gundul, ayo bangkit, kita jaga, kita lawan, kita sikap.
Sumatera menangis, tanah runtuh, nyawa hilang, hear the elephant cry, we rise, we demand,
Banjir longsor, hutan pergi, anak ibu, bapak hilang, kita bangun, kita lawan, save the land, save our hands.
Di Sumatera barat gunung menunggu, tanah retak, aliran sungai tersumbat, Jejak teralas kayu di pinggir bukit akar,
Dicabut bumi meraung, parah gajah kehilangan, rimbak jalur migrasi tertutup, rumah berkurang, sunyi burung tak terbang,
Ular tak bersarang, semua pergi karena ular satu pihak, Kini kami menjerit, banyak yang mati, puluhan nyawa mayat-mayat,
Di pinggir jalan lilin, di tepi malam, korban anak ibu, bapak satu nama jadi angka,
Jangan lupa, jangan padam kritik pada oknumen pemerintah, Bukan fitnah, tapi teriakan, umum kamu diam, mereka ambil,
Kami menderita, bangkit kawan, bangkit serentak.
Hear the kid mama echo with the rain, Hear the elephant, low moon, broken chain,
This land is breathing, but wounded end.