
Ketika Langkahmu Dipanggil-Nya 2 by Mukhlis


Ketika Langkahmu Dipanggil-Nya 2
Sufi Tasawuf Klasik Gambus
Mukhlis
Aug 22, 2026
Ketika Langkahmu Dipanggil-Nya 2
Sufi Tasawuf Klasik Gambus
[Muqaddimah - Seruling + Gambus pelan] Ya Hadi... Ya Qarib... [Verse 1] Engkau mengira langkah ini dari dirimu Bahwa kau memilih jalan sunyi tuk mencari Padahal sebelum kaki melangkah Ada rindu yang Kau tanam di dada Bukankah sebelum bibir menyebut Ada rindu yang membuat gelisah? Itulah panggilan yang tak terdengar Tapi jiwa yang mengenalnya [Chorus] Jangan bangga saat merasa menemukan Bisa jadi Dia lebih dulu mengenalmu Jauh sebelum kau ketuk pintu-Nya Pintu itu telah dibukakan untukmu [Verse 2] Kadang Tuhan sembunyikan undangan-Nya Di balik kehilangan dan dunia yang fana Dia kirim sepi agar kau mendengar Suara batin yang tertutup kebisingan Luka datang bukan untuk menghancurkan Tapi meruntuhkan dinding sombongmu Agar kau sadar... kau bukan siapa-siapa Tanpa kasih dan ridha-Nya [Bridge - Qasidah] Pada akhirnya wahai salik... Kau tak lagi merasa sebagai pencari Kau hanya hamba yang sedang dipanggil pulang Dipanggil pulang ke pangkuan Ilahi [Chorus] Jangan bangga saat merasa menemukan Bisa jadi Dia lebih dulu mengenalmu Jauh sebelum kau ketuk pintu-Nya Pintu itu telah dibukakan untukmu Dan perjalanan yang kau anggap milikmu Langkah menuju kepada-Nya... Sesungguhnya adalah langkah-Nya Langkah-Nya menuju hatimu... [Outro - Koor + Rebab] Allah... Allah... Yang memanggil, Yang menuntun, Yang merangkul Laa haula wala quwwata illa billah
Ketika Langkahmu Dipanggil-Nya
Genre
Sufi Tasawuf Klasik Gambus
Gist
A profound spiritual meditation on the paradox of spiritual seeking, revealing that the seeker's journey is ultimately orchestrated by the Divine. The song transforms the listener's understanding of agency, suggesting that what feels like personal discovery is actually a sacred calling from God drawing the soul homeward.
Themes
- Divine predestination versus human agency
- The hidden language of the soul beyond conscious awareness
- Humility and the dissolution of ego through suffering
- Loss and hardship as invitations to spiritual awakening
- The journey of the salik (spiritual traveler) returning to the Divine
- Recognition that all seeking originates from God's prior knowledge and love
Inspiration
Rooted in classical Islamic mystical tradition, this composition responds to your request for a contemplative Muqaddimah featuring the ethereal flute and gentle gambus. The lyrics draw from Sufi philosophy, particularly the concept that God's call precedes human awareness, transforming the listener's spiritual narrative from active seeker to beloved being called home.
Emotional Impact
This piece evokes profound humility and tender recognition, moving listeners from confidence in their spiritual efforts to awe at divine grace. The gradual unveiling of truth—that God knew us before we knew ourselves—creates a cathartic emotional arc that dissolves pride into surrender. The layered instrumentation and qasidah bridge deepen the introspective, devotional atmosphere, leaving listeners contemplative and spiritually renewed.