Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Karma Tak Bisa Diukur 1 by suci

SongGPT
Karma Tak Bisa Diukur 1 by suci - World Music,Mixed (Vocal1: High Ornamented; Vocal2 music cover art

Karma Tak Bisa Diukur 1

World Music,Mixed (Vocal1: High Ornamented; Vocal2

0:003:42
Lyrics
Description
[Verse 1 – Vocal 1 (High, ornamented, pentatonic/modal)]
Bulu rontok, mentari perlahan tenggelam
Angin berdesir, hati tetap tak berpaut
Kenangan terpatri di ujung bambu yang rapuh
Bayangmu bergema, seperti gong yang berpendar
[Pre-Chorus – Vocal 1 (rising ornament, motif: "Karma tak bisa diukur")]
Karma tak bisa diukur — gema kecil di dada
Karma tak bisa diukur — melintas seperti angin
(klakson kayu / korak)
[Chorus – Vocal 2 (Super-high, nasal, korak, melismatic; Peking-opera style)]
Segalanya jadi satu teriakan — Karma tak bisa diukur
Pikiran berputar, bukan sepenuhnya milikku — (korak!)
Karma tak bisa diukur, mengikat langkah dan rindu
Hidup setengah pahit, setengah manis — itulah aku (melisma, echo)
[Verse 2 – Vocal 1 (High, restrained, theatrical imagery)]
Jawaban memudar, siapa yang tahu di antara kabut
Ranting layu, pohon menahan cerita yang beku
Desir kincir angin, waktu mengalir seperti kemarin
Hidup hampa, bila sepi menengkuh rinduku (gong lembut)
[Pre-Chorus – Vocal 1 (build, repeat motif)]
Karma tak bisa diukur — nyala api kecil di dada
Karma tak bisa diukur — menari pada garis takdir
(wood-clapper, korak pada tiap akhir bar)
[Chorus – Vocal 2 (Super-high, nasal, ornamented, echoing)]
Segalanya jadi satu teriakan — Karma tak bisa diukur
Pikiran tak sepenuhnya milikku, rembulan menyaksikan
Karma tak bisa diukur, detak kertas dan gamelan hati
Hidup setengah pahit, setengah manis — itulah aku (sustain)
[Bridge – Vocal 1 + Vocal 2 (climax; Vocal1 sustains high drones, Vocal2 melismas & korak)]
(Vocal1: dengung tinggi, jinghu-like lead mengiris)
Kenangan terkunci, janji lama tak terurai—terukir
Di telapak tangan yang dingin, tersisa bara yang menyala
(Vocal2 enters, super-high nasal, melismatic)
Seperti mendekati api, sulit dilepas—namun hangat
Karma berputar, roda tak terlihat menggema—(korak! gong)
[Final Chorus – Vocal 2 (Super-high, nasal, melismas, korak, echoing)]
Karma tak bisa diukur — berulang dan berlabuh
Hidup setengah pahit, setengah manis — itulah aku
Karma tak bisa diukur — biarkan korak menandai langkah
Akulah yang bernyanyi pada malam yang tak pernah padam (final melisma, echo)
[Outro – Vocal 1 (soft, ornamented), instruments fade]
Air pergi, aroma pun hilang — hanya tersisa lagu perpisahan
Kenangan tak pernah hilang; api kecil tetap bernyala (soft gong)