
Janji yang Tersisa 2 by Ngakak


Janji yang Tersisa 2
Pop,Male Tenor Vocals
0:003:13
Ngakak
Sep 2, 2025
Janji yang Tersisa 2
Pop,Male Tenor Vocals
Lyrics
Description
[Intro Musik]
[Petikan gitar elektrik bersih, arpeggio lembut]
[Bass berjalan ringan dengan groove yang hangat]
[Drum dengan snare disikat pelan, ritme stabil dan santai]
---
[Verse 1]
[vokal lirih, penuh perasaan]
Mengapa kau tinggalkan diriku sendiri
Padahal cintaku tulus suci
Tiada terlintas dalam hati
Kau mengkhianati janji
---
[Interlude Musik]
[Gitar elektrik arpeggio terus mengalun]
[Bass dan drum menjaga groove yang ringan]
---
[Verse 2]
[suara semakin dalam, penuh duka]
Kini ku termenung dalam sepi
Menanggung luka tak tersembuhkan lagi
Air mata jatuh tiada henti
Cinta hancur berkeping-keping
---
[Chorus]
[nada lebih tinggi, penuh jiwa, melodi jernih dan mudah dinyanyikan]
Oh... mengapa tega dirimu
Menusuk hati yang setia padamu
Biarlah aku merana
Tuhan beri aku sabar... menerima
---
[Interlude Musik]
[Gitar elektrik bersih arpeggio mengisi ruang]
[Bass dan drum menguatkan ritme tanpa dominasi]
---
[Verse 3]
[kembali lirih, seperti berbisik pada nasib]
Mungkin inilah jalan takdirku
Merelakan cinta yang palsu
Walau hatiku remuk beribu
Kupasrahkan pada Tuhanku
---
[Outro Musik]
[Gitar elektrik arpeggio menurun perlahan]
[Bass dan drum mengakhiri dengan lembut]
[Musik menghilang secara natural]
Janji yang Tersisa
Genre
Pop
Gist
The song narrates the painful journey of a betrayed lover grappling with heartbreak, sorrow, and eventual acceptance through faith and patience.
Themes
Betrayal, heartbreak, emotional vulnerability, forgiveness, fate, and spiritual surrender.
Inspiration
Inspired by the original prompt’s intimate lyrics and gentle instrumentation, this song captures the emotional weight of unfaithful love and the struggle to find peace, reflecting the user’s detailed narrative of loss and resilience.
Emotional Impact
Listeners are drawn into a poignant and contemplative mood, feeling the raw pain of abandonment softened by a hopeful surrender, leaving a bittersweet resonance of sorrow intertwined with quiet strength.