[Intro]
Lampu kota redup, aku tarik napas berat
Detik berdetak, jejak lama kusapu dari lantai sepi
Piano tipis, synth mengambang—biarkan beat bicara
Ini bukan pamflet, ini jalan yang kutapaki
[Verse 1]
Langkah pertama, noda masih nempel di sepatu
Tapi langkah kedua lebih pasti, menolak jatuh lagi
Dulu dompet penuh dosa, sekarang penuh doa yang jujur
Kubuka lembaran — bukan kertas, tapi jalan beraspal penuh bekas ban
Wajah di kaca mirip yang lalu, tapi matanya beda: ada terang
Satu dua tarikan nafas, kencangkan tali sepatu, ayo melangkah
Rintik hujan pun jadi saksi, tiap tetesnya bersihkan cerita
Tak lagi lari dari bayang, kini kutata arah dan tujuan
[Pre-Chorus]
Suara hati panggil, suara lama coba tarik
Tapi aku pilih lampu baru, bukan kilau semu yang palsu
[Chorus]
Aku hijrah, aku fokus — dulu remuk, sekarang utuh
Aku hijrah, aku fokus — dari gelap kutarik nafas baru
(Aku hijrah) Ringkas, tajam, kaki di aspal, kepala di langit
(Aku fokus) Satu arah, satu doa, satu langkah yang pasti
[Post-Chorus / Ad-libs]
Ha—yeah, nafas baru (nafas baru)
Uh—lebih tenang (lebih kuat)
Na-na, nyala lampu, jalan kuteruskan
[Verse 2 - Rap (High-density)]
Malam jam dua, jalan basah, lampu neon, kepala pusing—aku berdiri
Dulu hitung botol, sekarang hitung ayat, tiap bait jadi tameng diri
Gelisah di saku: notifikasi goda, teman lama ngajak putar jam malam
Kubalas dengan salam, kugeser layar, kututup pintu itu perlahan
Hoodie penuh kenangan, bau rokok, tawa yang mengerdilkan iman
Kuubah jadi selimut doa, hangat, pelan—jangan kembali ke lorong kelam
Ada saat pintu hampir tertutup, ada yang berbisik: "kamu berubah"
Jawabku padam tapi pasti: "aku rancangkan hidup, bukan hanya mencari tumpahan"
Rima berlapis, langkah terjaga—aku rajut hari-hari tanpa drama
Internal rhyme berderet: tangis, aksi, tabah—aku rapatkan arah, lepas dari ilusi kata
Sampai pagi kutemukan titik, bukan sekadar titik balik, tapi titik tolak
Bekas luka jadi peta—aku bacakan, kutunjuk ke mana arah kompas
[Chorus - Variation]
Aku hijrah, aku fokus — dulu remuk, sekarang utuh
Aku hijrah, aku fokus — berdiri tegak, hati tak lagi runtuh
(Aku hijrah) Lebih tenang saat badai datang
(Aku fokus) Segala goda jadi ujian, bukan tujuan
[Bridge - Spoken / Double-emotion]
(Dipitnah malam, kutemukan pagi)
Dulu aku mengejar kilau sesaat, sekarang kutumpahkan kilau itu untuk cahaya
Dua kata di bibir: syukur dan sabar. Dua langkah di kakiku: tegap dan ringan.
Ini bukan sekadar janji, ini kerja harian: bangun, salat, lanjutkan.
Final couplet (dinyanyikan):
Lepas beban, kupasang senyum baru; jalan ini berat, tapi aku belajar membawa ringan.
[Final Chorus]
Aku hijrah, aku fokus — dulu remuk, sekarang utuh
Aku hijrah, aku fokus — dari bayang ke pagi yang kutangkap utuh
(Aku hijrah) Suara di dada jadi kompas, bukan alarm panik
(Aku fokus) Setiap langkah sembahyang, tiap napas doa; aku makin klinik—kuperbaiki diri
[Outro]
Beat pelan menyusut, piano tinggalkan satu nada yang bergaung
Langkahku masih tercatat di aspal, cahaya menempel—aku melanjutkan
Napas