Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Gengsta Jalan Terus — Kerasnya Hidup 2 by Angga

SongGPT
Gengsta Jalan Terus — Kerasnya Hidup 2 by Angga - Hip-Hop Gangsta,Male Vocals music cover art

Gengsta Jalan Terus — Kerasnya Hidup 2

Hip-Hop Gangsta,Male Vocals

0:003:37
Lyrics
Description
[Intro]
Di pojok kota, jam dua pagi — lampu toko redup, warung masih buka
Cracked pavement, nafas berat, ini cerita dari saku yang bolong
Dengerin, dengerin — suara jalan, suara janji
[Verse 1]
Di sudut warung jam dua, rokok menetes abu, radio nyaris putus
Anak-anak lari, gelap nunjukin saku yang kosong, dompet cuma debu
Gedung-gedung menindih mimpi, papan reklame janji palsu
Lampu jalan jadi saksi luka, tiap langkah bergetar, tiap malam rindu ibu
Saku iseng pegang foto pudar — senyum mama di ambang pintu
Dia nunggu kabar, aku bawa harap, bukan hanya mulut yang bilang "aku pulang"
Kartu cicilan ngejar, utang di meja makan, tetangga berbisik lagi
Tapi di dada ada bara, di bibir ada rima, jangan biarkan mimpi mati
[Pre-Chorus]
Bias lampu neon, bayang-bayang memanjang
Sepatu menapak retak aspal, nada drum di kepala berdentang
Kita kecil dari gang, belajar jadi kuat tanpa gelang
Setiap kaki melangkah, setiap janji jadi senjata yang menusuk malam
[Chorus]
Kerasnya hidup, kita tetap bangkit
Darah, keringat, janji tak putus
Gengsta jalan terus, sampai kita menang
(repeat)
[Verse 2]
Sinyal telepon nyala merah — panggilan debt collector, suara dingin
Motor lewat, klakson jadi metronom, ritme kota yang tak pernah hening
Papan reklame gak bisa bayarin kos, kopi pahit jadi ritual pagi
Anak kecil main bola di trotoar retak, matanya penuh peta yang sepi
Kita curi kesempatan, bukan malam untuk takut, tapi sekolah kerasnya hidup
Tangan licin pegang dompet, tapi hati tetap tebal, bukan cuma mencari profit
Gengsta itu soal hati, bukti di tiap langkah, bukan dandanan murahan
Kita bawa janji ke meja makan, ke foto pudar, ke mimpi yang belum usai
[Chorus]
Kerasnya hidup, kita tetap bangkit
Darah, keringat, janji tak putus
Gengsta jalan terus, sampai kita menang
(repeat)
[Bridge]
Pernah kehilangan sahabat di tikungan — sirene dan kaca pecah
Fotonya di dompet, nama tergores, mama nangis sambil pegang kain merah
Ada malam ketika semua mentertawakan rencana kami yang kecil
Ada hari tagihan jadi batu, menekan leher sampai napas seret dan pelit
Tapi di situ aku berjanji pada bayi di foto, pada mama yang setia menunggu
Aku akan ubah lumpur jadi jalan, ubah tangisan jadi lagu, bukan sekadar ragu
Rasa takut jadi bahan bakar, kelemahan dibungkus tekad, kami tak lagi setengah
Dari kehilangan tumbuh suara, dari utang tumbuh rencana — kita siap menang
[Chorus — Final]
Kerasnya hidup, kita tetap bangkit
Darah, keringat, janji tak putus
Gengsta jalan terus, sampai kita menang
Kerasnya hidup, kita tetap bangkit
Darah, keringat, janji tak putus
Gengsta jalan terus, sampai kita menang
[Outro]
Di ujung gang, lampu pagi pecah jadi emas tipis
Foto pudar digantung, mama tersenyum — harap tak lagi tertinggal di lis
Ini bukan puisi manis, ini rap dari aspal dan darah yang tak mau padam
Cerita kami terukir di beton — gengsta, bertahan, bangkit, kami menang