Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Di Buku Merah 1 by Arlecchino

SongGPT
Di Buku Merah 1 by Arlecchino - Indie,Androgynous Vocals music cover art

Di Buku Merah 1

Indie,Androgynous Vocals

0:003:54
Lyrics
Description
[Intro]
(Choir: ahhh... ahhh...)
Bass: dum... dum... dum...
Suara radio statis, jarum jam berhenti—lampu teater memerah
[Verse 1]
Aku berjalan di peta yang kubuat sendiri,
Anak-anak menggambar jalan berlubang dengan kapur putih.
Gedung parlemen terbelah, segel retak di lantainya,
Bendera hitam diganjal pada tiang-lampu seperti peringatan.
Asap turun seperti konfeti, abu menempel di meja makan,
Ibu-ibu menyanyikan doa sambil menimbang jasad-jasad harapan.
[Pre-Chorus]
(Choir: angkat suara, angkat suara)
Bass: dum... dum... (dum...)
Aku menulis—atau hanya menatap—nama-nama di tepi malam,
Koor menjawab: "Siapa yang bersalah?" Aku berbisik: "Semua atau tiada."
[Chorus]
Di buku merah, negeri terpanggang—itu penghakiman yang sederhana,
Nama-nama berasap, berbisik dari kertas yang menghitam.
Di buku merah, nyala kecil berubah jadi lautan api,
(Choir: la... la... la...)
Satu baris, satu keputusan—itulah ritme kami.
[Verse 2]
Radio statis mengumumkan jam malam, kemudian sunyi panjang,
Papan iklan menampilkan wajah-wajah yang kini retak di kaca.
Anak lelaki memetakan jalan yang kini menjadi kawah,
Pedagang menjual kenangan dalam bungkus kain hangus.
Jalan protokol penuh serpihan, sandal-duduk dijadikan patung,
Seorang wanita menempelkan kertas merah ke pintu—sebuah alamat yang tak lagi pulang.
[Pre-Chorus 2]
(Choir: ulangi, ulangi)
Bass: dum... dum... (dum... dum...)
Koor memanggil nama, dan gema menjawab dari lorong-lorong kosong,
Aku menempelkan tanda—tidak marah, hanya hitam, dingin seperti fakta.
[Chorus - Variasi]
Di buku merah, negeri terpanggang—aku menoreh tanda dengan jari dingin,
Nama yang dulu bernyanyi kini bergetar seperti kaleng tua.
Di buku merah, api memeluk peta kota, lalu menariknya ke dalam saku malam,
(Choir: aaah...)
Satu huruf berubah, kota yang sama kehilangan ritmenya.
[Bridge]
(Koor: siapa yang menulis?)
Aku mengangkat pena—atau mungkin siapa saja bisa memegangnya;
Tinta bukan hanya catatan, ia pembuka pintu, satu kata bawa runtuhan.
Bass: dum... DUM—DUM—(hentak)
Rahasia: aku tak selalu tahu bedanya hakim dan saksi,
Ada saat aku memilih untuk menutup mata, ada saat aku menandai lagi.
[Chorus - Klimaks]
Di buku merah, negeri terpanggang—buku itu berat di pangkuanku,
Nama-nama berbisik: "maaf" namun abu tidak pernah kembali.
Di buku merah, aku menutup halaman terakhir dengan jari bernoda,
(Choir: oh... oh...)
Kota sama, tapi suaranya berbeda—ada ruang di mana lampu tak mau menyala.
[Outro]
Choir menurun: ahhh... ahhh...
Bass pelan: dum... (dum...)
Radio terputus, aku menyimpan buku—atau buku menyimpan aku?
Di bawah bintang yang dingin, abu menari seperti berita tua.
(Aku/Koortotal: bisik) "Di buku merah, ada nama—ada alasan—ada malam."
[Tag]
(Soft chorus hums, fading)
Di buku merah—sebuah garis, sebuah bunyi, sebuah akhir yang tak sederhana.