Create New Playlist

Add a cover pic of your own choice

(Optional)

Name

AI Cover Generator

4 credits

Not enough credits (0/4).

Logout

Are you sure you want to Logout?

Close

Bukankah Dia_Male by Lucky Zain

SongGPT
Bukankah Dia_Male by Lucky Zain - Indonesian Pop Ballad,both vocals music cover art

Bukankah Dia_Male

Indonesian Pop Ballad,both vocals

0:003:57
Lyrics
Description
Bukankah dia hujan pertama di tanah tandus hatimu?
Tetesnya menumbuhkan rindu yang lama tertidur
Bukankah dia angin lembut di padang sunyi?
Membisikkan nama yang tak kau lupa meski diam
Bukankah dia senja merah di ujung ingatan?
Lukisan langit tempat kau titipkan pesan
Bukankah dia matahari pagi di balik tirai?
Mengintip harapmu lewat celah-celah luka
Bukankah dia musim yang kembali tanpa janji?
Namun selalu kau tunggu dalam diam tak bertepi
Bukankah dia getar di daunan saat pagi?
Yang tak terlihat tapi selalu terasa di hati
Reffrain:
Bukankah dia nadamu yang hilang di bait sunyi?
Nada-nada cinta dari masa ke masa
Bukankah dia sekuntum waktu yang tak bisa gugur?
Tersimpan abadi dalam taman jiwa
Bukankah dia bintangmu paling terang di kelam?
Yang menuntun pulang saat dunia padam
Bukankah dia—
Jawaban dari doa yang tak kau ucapkan?
Bukankah dia kopi yang kau hirup perlahan?
Pahitnya menghangatkan malam-malam kehilangan
Bukankah dia bayang yang tak ingin kau lepas?
Meski cahaya telah datang, kau tetap ingin gelapnya
Bukankah dia ombak yang tahu pulang ke pantai?
Meski selalu menjauh, tetap kembali di sore hari
Bukankah dia langitmu yang tak butuh sayap?
Karena kau telah jatuh sebelum sempat terbang
Reffrain (ulang):
Bukankah dia nadamu yang hilang di bait sunyi?
Nada-nada cinta dari masa ke masa
Bukankah dia sekuntum waktu yang tak bisa gugur?
Tersimpan abadi dalam taman jiwa
Bukankah dia bintangmu paling terang di kelam?
Yang menuntun pulang saat dunia padam
Bukankah dia—
Jawaban dari doa yang tak kau ucapkan?
Bridge:
Jika ia adalah puisi yang tak selesai
Maukah kau menjadi bait terakhirnya?
Jika ia adalah angin yang tak menetap
Maukah kau jadi hening yang selalu menantinya?
Outro:
Bukankah dia...
Langitmu
Bukankah dia...
Lelapmu
Bukankah dia...
Segalanya yang tak bisa disebut — tapi terasa