Intro (Piano arpeggio + petik gitar)
C Am F G
(Arpeggio piano lembut, gitar petik halus — daaa... daaa...)
Verse 1
C
Dari kecil aku tak tahu apa-apa
Am
Rumah hilang suara, lampu kecil masih menyala
F
Kau datang bawa keranjang kayu di pundak
G
Langkahmu berat, tapi senyummu selalu ada
Pre-Chorus
Em F
Kau pergi sebelum fajar, pulang malam pekat
C G/B
Bau kayu basah, suara gergaji di pekarangan
Am Dm
Kau menunda lapar, katamu itu tak apa
F G
Supaya aku belajar, supaya aku bisa lanjutkan
Chorus (Hook kuat — satu baris pegangan)
C Am F G
Ayah, kau selalu di sampingku
Em Am Dm G
“Kau sudah makan, Nona?” kau tanya lirih
C Am F G
Kita makan singkong, garam di piring kecil
Em Am F G
Rasa asin itu hangat, bau kayu ikut menyelimuti
(Instrumental break — 2 bar: piano arpeggio + gitar solo lembut)
C Am
Verse 2
Am Em F G
Kau ajak aku ke hutan, cari kayu sampai senja
Am Em F G
Kita tertawa, menyanyikan lagu yang kau cipta
Am Em F G
Tak banyak kata, tapi tanganmu bicara lebih lantang
Am Em F G
Kau buat dunia kecilku jadi tempat yang terang
Pre-Chorus (variasi)
Em F
Pagi dengan embun, jasa-jasa kecilmu menempel
C G/B
Kau berikan bintang dari kerja keras yang kau tempel
Am Dm
Kadang kau tidur lebih dulu di kursi teras rumah
F G
Biar aku baca buku, biar aku melangkah
Chorus (Fuller — strings + backing harmonies masuk)
C Am F G
Ayah, kau selalu di sampingku
Em Am Dm G
Kau bilang, "Jangan takut, kita jalani bersama"
C Am F G
Kita makan singkong, angin membawa kenangan
Em Am F G
Suara kayu, tawa kecil, semua jadi nyala di kepala
(2-bar instrumental — gitar lead + strings swelling)
Am Em
Bridge (menaikkan konflik lalu ke resolusi)
F G C Am
Sekarang kau tak lagi di sini, rumah tetap bernafas
F G Em Am
Aku takut lupa suaramu saat pagi, takut hilang jejak
F G C Am
Tapi saat lelah, aku tutup mata dan ku dengar
Dm F G
Kau bilang, "Lanjutkan, nona, kau kuat seperti yang kau pilih"
Final Chorus (Lembut lalu meledak di bagian akhir)
C Am F G
Ayah, kau selalu di sampingku
Em Am Dm G
Kau tanya, "Sudah makan?" — itu doa yang kau sisipkan
C Am F G
Rasa singkong dan garam tetap menempel di rindu
Em Am F G
Bau kayu, bunyi malam, wajahmu jadi pelita
Outro (Piano dominan, drop band menjadi petikan halus)
C Am F G
Ayah, tenang di sana, aku masih anakmu
Em Am Dm G
Semua yang kau beri, kutaruh di dada, kutunggu jadi lagu
F G C
Aku bawa terus, suaramu jadi kompasku… sampai kapan pun.
(Ending: tahan nada terakhir — piano fade out, string pad lembut)
Arrangement & Dynamics Notes (arah interpretasi):
- Verse: lembut, naratif, piano + gitar akustik minimal.
- Pre-Chorus: sedikit naik dinamika, vokal lebih penuh.
- Chorus 1: hook pendek sebagai jangkar; Chorus 2: tambahkan strings, backing vocal harmonies, drum ringan dan bass agar lebih meledak.
- Sisipkan 2-bar instrumental after setiap chorus untuk memberi ruang vokal melengking ala Tulus.
- Bridge: intim dan jujur; tambahkan harmoni vokal di bar terakhir sebelum final chorus.
- Outro: kembali ke ara